PENGALAMAN
PROSES PEMBELAJARAN ONLINE PADA
MATERI
IKATAN KIMIA
Pembelajaran
Online adalah proses belajar mengajar antara guru dan peserta didik dimana
tidak bertemu langsung selama proses pembelajaran melainkan mereka melakukan
proses belajar melalui media elektronik. Dalam pembelajaran online ini dapat
mempermudah peserta didik dalam mengkonstruk sendiri pengetahuan melalui media
dan bahan ajar yang diberikan guru serta dapat mencari sendiri sumber belajar
yang mereka perlukan dalam memahami suatu materi. Sedangkan guru hanya
bertindak sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.
Kami
mencoba proses pembelajaran mnggunakan aplikasi decruptive inovasi dimana pada
pembelajaran ini peserta didik dan guru dituntut untuk melakukan proses
pembelajaran secara online.
Kami
mencoba menggunakan aplikasi descruptive inovasi ini dalam pembelajaran ikatan
kimia dengan satu peserta didik bernama Eva Putri. Dalam proses pembelajaran
ikatan kimia guru menggunakan model pembelajaran STAD modifikasi dimana peserta
didik dituntut untuk dapat membuat alat peraga sederhana dari bahan yang ada
mengenai pemahaman mereka mengenai ikatan kimia. Selain itu peserta didik
dituntut untuk membuktikan teori dan mengkonstruk sendiri ikatan kimia dan
wajib membuat apa yang mereka ketahui di blog pribadinya.
Pada
kegiatan pendahuluan guru memberikan link video keterkaitan contoh dengan
kehidupan sehari-hari mengenai ikatan kimia. Hal ini dikarenakan ukuran video
yang terlalu besar tidak dapat diupload di aplikasi ini sehingga hanya
diberikan link saja. Peserta didik membuka link dan membuat catatan kecil
mengenai apa yang mereka pahami dari video tersebut dan diupload catatan kecil
tersebut. Hal ini dapat membantu guru dalam mengetahui apakah peserta didik
yang diajar dapat mengerti atau tidak mengenai materi yang akan dipelajari.
Pada
kegiatan inti, guru memberikan sumber belajar yang banyak baik berupa video, e-book maupun link yang terkait dengan ikatan
kimia dan peserta didik mendownlod sumber belajar tersebut untuk memahami
ikatan kimia. Apabila peserta didik tidak memahami dapat menanyakan hal
tersebut kepada guru di kolom komentar. Hal ini sangat membantu percakapan
antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran online. Pada kegiatan inti guru
juga memberikan arahan pada peserta didik mengenai bagaimana cara untuk membuat
alat peraga sederhana. Pada kegiatan inti ini terkadang antara guru dan peserta
didik mengalami jeda dikarenakan jaringan yang tidak stabil. Pada saat jaringan
tidak stabil ini peserta didik dan guru juga dapat melakukan komunikasi melalui
Whatshap atau telpon langsung mengenai proses pembelajaran yang berlangsung. Sehingga
diskusi online yang terjadi antara peserta didik dengan guru tidak hanya
melalui kolom komentar saja, melainkan melalui Whatshap ataupun bertemu secara
langsung.
Pada
tahap penutup guru memberikan soal esai untuk pemahaman materi peserta didik mengenai
ikatan kimia. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan guru dan
memberikan pertanyaan mengenai apa yang belum dipahaminya. Guru memberikan
penjelasan mengenai pertanyaan peserta didik dan menanyakan kendala peserta
didik dalam pembelajaran yang berlangsung.
Selanjutnya
adalah tahap evaluasi, dimana pada tahap ini guru memberikan arahan mengenai
tugas apa yang akan dikerjakan peserta didik. Guru memberikan tugas dan menyuruh peserta didik agar
memberikan link youtube dan blog yang telah dikerjakan mengenai ikatan kimia. Peserta
didik mengerjakan tugas esai dan
memberikan link youtube dan blog yang telah mereka kerjakan. Pada tahap ini
peserta didik mengalami kendala yakni keterbatasan akses dan kuota peserta
didik tidak dapat mengupload video tetapi langsung mengirimkan video ke guru
langsung sehingga guru yang mengupload video tersebut dan memberikan link
kepada pserta didik. Untuk tugas menulis ikatan kimia pada blog, peserta didik dapat
melakukannya dan memberikan link tugas blog kepada guru.
Untuk tugas siswa dapat dilihat pada link https://www.youtube.com/watch?v=Iviv0-IQm-g dan untuk blognya dapat dilihat dari link https://ikatankimiakelasx.blogspot.com/2019/09/ikatan-kimia.html . Berikut
beberapa dokumentasi peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran
online melalui aplikasi descruptive inovasi dan beberapa kegiatan pembuatan
alat peraga oleh peserta didik:
Dalam
menjalankan proses pembelajaran ada beberapa keuntungan yang kami dapatkan
seperti :
· Tidak
adanya keharusan bertemu antara peserta didik dengan guru
· Peserta
didik lebih tertantang dalam proses pembelajaran dimana peserta didik akan
mengkonstruk sendiri pengenai materi pembelajaran dari sumber belajar yang
diberikan guru maupun yang mereka cari sendiri.
· Guru
hanya bertindak sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran sehingga lebih
mmebuat siswa kreatif dan kritis dalam pemahaman materi
· Waktu
belajar siswa tidak terpaku 1-2 jam saja melainkan bisa fleksibel sesuai dengan
tugas dan pembelajaran yang diinginkan.
Selain
beberapa keuntungan, dalam menjalankan proses pembelajaran online menggunakan
descruptive inovasi ini ada beberapa kendala yang kami alami selama prtoses
pembelajaran seperti:
· Keterbatasan
akses jaringan, dimana pada proses ini terkadang jaringan mengalmi masalah
sehingga proses pembelajaran terjeda.
· Belum
cocok digunakan untuk ekonomi menengah kebawah dikarenakan tidak semua orang
tua peserta didik memiliki wifi, sehingga apabila peserta didik tidak memiliki
kuota yang cukup tidak bisa menjalankan proses pembelajaran ini.
· Hanya
dapat dilakukan melalui laptop. Hal ini juga dirasa kendala dikarenakan tidak
semua siswa nantinya mempunyai laptop. Hal ini dapat diperbaiki yaitu aplikasi
ini dapat diakses menggunakan handphone sehingga semua kalangan peserta didik
dapat melakukan proses pembelajaran online menggunakan descruptive inovasi ini.
· Tidak
dapat menguploud sumber belajar (video) dengan ukuran yang besar




