Jumat, 28 Februari 2020

Hasil Uji Coba Instrumen Penilaian Kreativitas dalam Praktikum Kimia

Hasil Uji Coba Instrumen Penilaian Kreativitas dalam Praktikum Kimia

Pada percobaan dalam video paraktikum berikut telah dibuat beberapa indikator keterampilan kreatif yang mencakup sensitivity, fluency, fleksibelity,originality dan elaborasi. Pada pembuatan penilaian kreativitas pada praktikum kimia kami menggunakan link  https://www.youtube.com/watch?v=0VqUw_hpwR8&t=446s. Dalam video percobaan ini kami membahas salah satu keterampilan dalam praktikum yakni penyaringan filtrate menggunakan kertas saring yakni pada menit ke 4.10. 
Indikator kreatif
Problem sensitivity
Kelancaran menjawab (fluency)
Fleksibility
Originality
Elaborasi
Deskripsi
Kemampuan mendeteksi, mengenali, dan memahami serta menanggapi suatu pernyataan, situasi, atau masalah
Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
Kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam  pemecahan atau pendekatan terhadap masalah
Kemampuan untuk mencetuskan gagasan  asli, tidak klise dan jarang diberikan kebanyakan orang
Kemampuan menambah suatu situasi atau masalah sehingga menjadi lengkap dan merincinya secara detail yang didalamnya terdapat tabel, grafik, gambar, model dan kata-kata.
Keterampilan menyaring filtrate (filtrasi)
Mengenali ukuran partikel  filtrate yang akan disaring
Memilih jenis kertas saring yang tepat
Pemilihan corong yang sesuai,
Akurasi dalam memotong kertas saring untuk ukuran corong,
Menyiapkan penjepit kertas saring, pemberian etiket,
Soal
Filtrasi merupakan sebuah  proses yang digunakan untuk memisahkan padatan dari cairan atau gas dengan menggunakan media saring yang memungkinkan cairan tersebut lewat. . Dari video yang ditayangkan dapat diukur skill keterampilan menyaringan larutan gula, garam dan alkohol 70% menggunakan kertas saring sehingga didapatkan filtrate yang akan diukur. Berdasarkan video yang ditayangkan dapat diukur beberapa hal seperti:
a.       Berapa ukuran partikel filtrate yang dapat disaring menggunakan kertas saring?
b.      Jenis kertas saring apa yang tepat dalam filtrasi larutan garam dan gula?
c.       Selain jenis kertas saring, jenis corong apa yang sesuai dalam penyaringan pada larutan gula dan garam?
d.      Hal apa yang harus diperhitungkan dalam proses penyaringan larutan gula dan garam dengan kertas saring?
e.       Apa saja yang dapat dilakukan dalam menunjang kelengkapan dan keakuratan hasil penyaringan larutan gula dan garam?

Jawaban
a.       Jenis Zat yang dapat digunakan: (Skor 20)
b.      Jenis kertas saring : (Skor 20)
c.       Jenis corong : (Skor 20)
d.      Hal-hal yang diperhitungkan dalam filtrasi: (Skor 20)
 Dapat memotong kertas saring sesuai ukuran corong yang digunakan tanpa menggunakan penggaris sebagai ukurannya.
e.       Hal yang dilakukan sebagai penunjang keberhasilan filtrasi larutan : (Skor 20)
Jawaban Uji Coba

  a.
 Jenis zat dan bahan yang digunakan : pada menit ke 2.16 - 2.55
              b. Jenis kertas saring : pada menit 2.46
            c.Jenis corong : pada menit 2.37
          d.Hal-hal yang diperhitungkan dalam filtrasi: pada menit ke 6.32 - 7.43
 e.   Hal yang dilakukan sebagai penunjang keberhasilan filtrasi larutan : ( tidak ada dalam video)



Kategori kemampuan berpikir kreatif
Sangat Baik        : Terdapat  5 indikator berpikir kreatif dalam video

Baik                    : Terdapat 4 indikator berpikir kreatif dalam video
Cukup                 : Terdapat 3 indikator berpikir kreatif dalam video
Kurang                : Terdapat 2 indikator berpikir kreatif dalam video
Sangat Kurang    : Terdapat 1 indikator berpikir kreatif dalam video

Berdasarkan uji coba dari video tersebut dapat dikatakan kemampuan kreatif adalah baik karena terdapat 4 indikator dalam video pembelajaran  dari 5 indikator kreatif yang harus dicapai. 

Jumat, 21 Februari 2020

Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Kreativitas Praktikum Kimia



Kisi-Kisi Penilaian Kreativitas Praktikum Pembelajaran Kimia
Pada proses pembelajaran disekolah, siswa dituntut untuk memiliki kemampuan kognitif, psikomotor dan afektif. Kemampuan kognitif meliputi pengetahuan siswa mengenai materi yang diajarkan, untuk afektif yaitu bagaimana sikap yang dimiliki siswa dalam proses belajar mengajar. Sedangkan untuk psikomotor meliputi keterampilan yang dimiliki siswa dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam pembelajaran. Dalam ranah psikomotor dapat dilakukan dengan melakukan praktikum. Paraktikum merupakan kegiatan pembelajaran yang bertujuan agar mahasiswa mendapat kesempatan untuk menguji dan mengaplikasikan teori atau penyelidikan dan pembuktian ilmiah matakuliah atau bagian matakuliah tertentu.
Dalam mengetahui ketercapaian keterampilan siswa, perlu dilakukan penilaian dalam kegiatan praktikum yang berisi kisi-kisi penilaian kreatif. Kisi-kisi merupakan format berupa matriks yang memuat informasi yang dijadikan pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi suatu tes. Kisi-kisi penilaian praktikum yang dibuat hendaknya memuat hal kreatif yang dapat dinilai dari siswa.
Menurut Munandar (2012), Berpikir divergen (juga disebut berpikir kreatif) ialah memberikan macam-macam kemungkinan jawaban berdasarkan informasi yang diberikan dengan penekanan pada keragaman jumlah dan kesesuaian. Dalam penilaian kreativitas mencakup beberapa indikator diantaranya kelancaran menjawab (fluency), keluwesan menjawab (flexibility), keaslian jawaban (originality), menguraikan jawaban (elaborasi), dan kepekaan masalah (problem sensitivity).
Dalam pembuatan kisi-kisi instrumen penilaian kreatif praktikum digunakan lima indikator kreatif. Sebagai contoh dalam pembelajaran kimia, pembuatan kisi-kisi instrumen mengenai sifat-sifat koloid yaitu percobaan praktikum efek thyndall dilakukan dengan langkah awal yaitu pemberian video praktikum mengenai materi. Siswa dapar mengamati kegiatan praktikum melalui link youtube https://www.youtube.com/watch?v=0VqUw_hpwR8&t=446s.









Indikator kreatif
Problem sensitivity
Kelancaran menjawab (fluency)
Fleksibility
Originality
Elaborasi
Deskripsi
Kemampuan mendeteksi, mengenali, dan memahami serta menanggapi suatu pernyataan, situasi, atau masalah
Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
Kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam  pemecahan atau pendekatan terhadap masalah
Kemampuan untuk mencetuskan gagasan  asli, tidak klise dan jarang diberikan kebanyakan orang
Kemampuan menambah suatu situasi atau masalah sehingga menjadi lengkap dan merincinya secara detail yang didalamnya terdapat tabel, grafik, gambar, model dan kata-kata.
Keterampilan menyaring filtrate ( filtrasi)
Mengenali jenis filtrate yang akan disaring
Memilih jenis kertas saring yang tepat
Pemilihan corong yang sesuai,
Akurasi dalam memotong kertas saring untuk ukuran corong,
Menyiapkan penjepit kertas saring, pemberian etiket,




Jumat, 14 Februari 2020

Instrumen Penilaian Destruktive Inovasi Pembelajaran Kimia

Contoh Instrumen Penilaian Destruktif Inovasi Pembelajaran Kimia

Pada penilaian destruktif inovasi pembelajaran dibagi menjadi tiga bagian yaitu pola teknologi, dinamika pasar dan lingkungan eksternal. Masing-masing bagian memiliki indikator yang berbeda-beda. Indikator pada pola teknologi diantaranya integrasi, pengelolaan kelas, kemahiran, penyederhanaan konsep dan membuat simpulan. Untuk indikator pada dinamika pasar ada niche market, kolaborasi dan cost reduction. Sedangkan indikator pada lingkungan eksternal yaitu kemerdekaan belajar dan makroekonomi.
Pada pembahasan ini akan diberikan contoh dari instrumen penilaian destruktif inovasi pada indikator kemahiran dalam pola teknologi. Indikator kemahiran mencakup teknologi pendukung atau infrastruktur yang terkait dalam pengenalan inovasi awal. Berikut penyusunan instrumen penilaian pada indikator kemahiran sebagai berikut:

1.    1.      Kisi-kisi
Indikator
Deskripsi
Soal
Jawaban   
       Skor
  

Kemahiran (Maturity)
 Keandalan teknologi pendukung atau infrastruktur yang terkait terutama selama pengenalan inovasi awal. Indikator kemahiran adalah ukuran waktu memperkenalkan inovasi. Teknologi yang mendukung dan infrastruktur yang terkait sangat penting dalam adopsi inovasi.
 Buktikanlah dan berikan alasan larutan berikut ini termasuk reaksi endoterm atau eksoterm berdasarkan percobaan yang telah dilakukan pada media virtual laboratorium yaitu campuran 50 ml HCl 1 M dan 50 ml NaOH 1M! Tuliskan reaksi yang terjadi dan hitunglah ∆H reaksi campuran tersebut jika diketahui c = 4,2 J/mol, serta berikan 3 video pendukung jawaban anda diatas mengenai materi termokimia!
    Pertama kali diberikan video awal pembelajaran terkait reaksi eksoterm dan endoterm dan perubahan entalpi dengan link: https://www.youtube.com/watch?v=tg7AnvB8iik
         Dari link diatas maka dapat dicari jawaban dari soal yaitu:
a.    Dalam menghitung ∆H reaksi untuk efisiensi waktu dengan cara menginput data pengamatan dan menghitung hasil perubahan entalpi melalui Excel atau mencari jawaban di gooegle dengan link:
b.    Persamaan reaksi NaOH dan HCl dengan link :
c.        Mencari video pendukung yang bisa membantu dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan link:








        30





     30





      40
2.     Hasil Uji Coba

Berikut ini merupakan hasil ujicoba instrumen kepada salah satu teman saya Anissa Puspita Sari. Dalam proses pembelajaran dimulai dengan melakukan percobaan melalui video dengan larutan yang telah disediakan lalu mengamati hal-hal yang terjadi di dalam video yang diberikan. Setelah itu diberikan instrumen berupa soal esai mengenai pemahaman konsep yang didapatkan setelah belajar menggunakan video. Dari hasil uji coba didapatkan nilai 90 dikarenakan pada video pendukung hanya mendapatkan 2 video sedangkan yang diminta adalah 3 video. Berikut lampiran jawaban dari Annisa Puspita Sari.
 






                               

Kerangka pengukuran dalam Destruksi Inovasi Pembelajaran

Kerangka pengukuran dalam Destruksi Inovasi Pembelajaran

Desktruksi inovasi dalam pembelajaran dapat dikatakan bagaimana suatu proses pembelajaran itu diganggu atau diberikan inovasi yang berbeda sehingga proses belajar mengajar disekolah memiliki hal baru yang dapat dilakukan siswa. Kerangka pengukuran adalah model penilaian dan analisis bagaimana destruksi inovasi dalam pembelajaran dapat diketahui ketercapaiannya. Kerangka pengukuran dalam destruksi inovasi ini dibagi menjadi tiga yaitu:
a.       Pola teknologi
Pola teknologi yang dimaksud adalah keterkaitan teknologi dalam membantu menganggu pembelajaran. Dengan kata lain memanfaatkan teknologi dalam proses belajar. dalam pola teknologi ada lima indikator yang dapat dicapai yaitu:
·      Integrasi : mengaitkan inovasi dengan teknologi yang ada dalam proses pembelajaran atau dapat dikatakan menggunakan teknologi dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam belajar sehingga pembelajaran lebih mudah. Contohnya dalam menyelesaikan soal hitungan materi kimia yang rumit dapat digunakan bantuan teknologi berupa kalkulator, sehingga dalam mencari hasil dapat lebih cepat dan akurat.
·      Pengelolaan kelas atau kepemimpinan : tidak hanya menggunakan teknologi dalam inovasi pembelajaran namun juga mendorong bagaimana teknologi digunakan dan dipahami dalam penyelesaian masalah dikelas.
·      Kemahiran : keandalan teknologi pendukung berupa infrastruktur yang terkait dalam inovasi pembelajaran yang diterapkan. Dalam kemahiran ini dapat dinilai berdasarkan waktu pengenalan inovasi. Teknologi atau infrastruktur yang terkait sangat penting dalam adopsi inovasi. Contohnya penggunaan lab virtual dalam pembelajaran apabila alat dan bahan yang diperlukan tidak tersedia di laboratorium.
·      Penyederhanaan konsep : bagaimana memanfatkan teknologi dalam penyelesaian konsep yang rumit menjadi lebih mudah dan sederhana. Dengan adanya teknologi kita dapat mengerti dan mengakses apapun dengan bantuan teknologi yang ada. Contohnya dalam mempelajari bentuk molekul PCl5, dapat mencari akses sumber belajar yang terkait dengan teknologi yang ada yaitu melalui youtube mencari struktur lewisnya, teori tolakan pasangan elektron, teori hibridisasi dan geometri molekulnya. Dengan bantuan teknologi ini dalam pembelajaran bentuk molekul dapat lebih mudah dan hemat waktu namun konsep materi tetap didapatkan sesuai dengan indikator ketercapaian siswa.
·      Simplification atau membuat ringkasan : menyadari fungsi tertentu yang meningkatakan ketercapaian melalui penyederhaan penggunaan teknologi. Dengan kata lain yaitu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dan membuat ringkasan dari apa yang dipelajari melalui teknologi.
b.        Dinamika pasar : bagaimana kebutuhan belajar  yang diinginkan siswa ketika belajar secara destruksi inovasi baik dirumah maupun disekolah. Dalam dinamika pasar ini ada tiga indikator yaitu:
·      Niche Market : penempatan inovasi sesuai dengan kebutuhan belajar kelompok-kelompok tertentu dengan menyediakan kurikulum-kurikulum khusus sesuai dengan kebutuhan, minat, bakat dan faktor lain yang mendukung.
·      Value Network : kolaborasi atau kerjasama yang saling menguntungkan. Semua orang yang terlibat memiliki peran masing-masing dalam bekerja sama. Dengan kata lain bagaimana Inovasi kelompok-kelompok ini dapat menciptakan suatu nilai sehingga setiap orang dapat berkontribusi dalam kelompoknya sesuai dengan tugasnya masing-masing.
·      Cost Reduction : bagaimana suatu inovasi pembelajaran itu dilakukan namun tidak memerlukan biaya yang besar, dengan kata lain bagaimana memperoleh fungsi-fungsi, layanan atau produk yang mendukung inovasi pembelajaran namun tidak mengeluarkan biaya (biaya murah).
c.    Lingkungan eksternal : bagaimana lingkungan eksternal (lingkungan luar) mempengaruhi inovasi pembelajaran dalam destruksi inovasi. Pada lingkungan eksternal ada dua indikator yang mempengaruhi yaitu:
·      Kebijakan (kemerdekaan belajar) : bagaimana dampak yang akan ditimbulkan dengan kebijakan pengembangan dan adopsi inovasi baik secara positif maupun secara negatif. Dalam adopsi inovasi yang diterapkan bahwa siswa memiliki kemerdekaan belajar yaini suatu kebebasan dalam memilih sumber belajar, cara belajar, penyelesaian masalah dari berbagai sumber yang mereka dapatkan(akses).
·      Makro ekonomi : pengaruh situasi ekonomi makro dalam perkembangan dan adopsi inovasi pembelajaran. Misalnya dengan kompetensi yang kita miliki dapat membuat kita dipercaya oleh orang lain disegala tempat dan dapat berdampak baik bagi lingkungan sekitar maupun keadaan ekonomi yang ada.