Kamis, 29 Agustus 2019


MATERI 2:
KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM

A.      Pengertian Pengembangan Kurikulum
Dalam kamus bahasa Indonesia kata ”pengembangan” secara etimologi yaitu berarti proses/cara, perbuatan mengembangkan. Secara istilah, kata pengembagan menunjukkan pada suatu kegiatan menghasilkan suatu alat atau cara yang baru, dimana selama kegiatan tersebut penilaian dan penyempurnaan terhadap alat atau cara tersebut terus dilakukan. Kegiatan pengembangan kurikulum mencakup penyusunan kurikulum itu sendiri, pelaksanaan di sekolah-sekolah yang disertai dengan penilaian yang intensif, dan penyempurnaan-penyempurnaan yang dilakukan terhadap komponen-komponen tertentu dari kurikulum tersebut atas dasar hasil penilaian.
B.       Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum
Dalam konsep dasar pengembangan kurikulum, salah satu hal penting yang harus diketahui yaitu
1.    Tujuan Nasional kurikulum
Tujuan menjadi acuan atau target apa yang ingin kita capai dalam melakukan sesuatu. Sama halnya seperti pendidikan, pendidikan dilaksanakan karena ada tujuan yang melatarbelakanginya. Pada dasarnya tujuan nasional kurikulum adalah memberikan kesempatan kepada semua orang (siswa) untuk bisa belajar dan mencapai tujuan kompetensi yang diharapkan.
Dalam pencapaian tujuan nasional kurikulum dibutuhkan beberapa point penting yaitu:
Ø  Berbakat : Setiap manusia yang lahir di dunia sudah diberikan bakat tersendiri oleh Yang Maha Kuasa, tinggal bagaimana seseorang tersebut mau atau tidak dalam mengembangkan bakat yang ada pada dirinya.
Ø  Unggul : Pada dasarnya setiap manusia memiliki kelebihan satu dengan yang lain. Keunggulan seseorang ini bisa terlihat jika seseorang tersebut mampu dalam mengenali dirinya, mengembangkan apa yang ada pada dirinya sehingga menjadi seseorang  yang unggul dalam bidang yang mereka tekuni.
Ø  Dedikasi : Dalam menjalani suatu kehidupan dan untuk mencapai suatu tujuan, seseorang tersebut harus rela berkorban untuk mencapai apa yang dia inginkan. Pengorbanan yang dimaksud bisa dalam bentuk materiil maupun no material, dan perasaan.
Ø  Antusias: Yaitu bagaimana tekat dan kesungguhan seseorang dalam berbagai tantangan yang ia hadapi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Ø  Kreatif : bagaimana seseorang mampu membuat sendiri karya yang belum pernah dibuat orang lain. Kreatif dalam hal ini mampu memodifikasi, membuat inovasi baru dalam pencapaian yang diharapkan.
Ø  Jujur : Konsistensi seseorang mengenai ucapan dan tindakan yang dilakukan
Ø  Amanah : Dapat dipercaya oleh orang lain dalam berbagai hal baik dalam ucapan maupun perilaku yang dilakukan.
Ø  Mandiri : mampu mengerjakan sendiri dan tidak bergantung pada orang lain apa yang akan dia kerjakan dalam pencapaian tujuan kurikulum.
Ø  Berani : seseorang mampu dan berani dalam pengambilan segala tindakan dan siap menangging resiko dari apa yang akan dia kerjakan.
Ø  Inspiratif : seseorang harus mampu menjadi inspirasi bagi orang lain dan mampu mengaplikasikan sosok inspirasi yang dia harapkan.
2.    Kurikulum memiliki tujuan yang mengenalkan Pengetahuan Spiritual, Moral, Sosial dan Perkembangan Kebudayaan dan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk  respontability dan pengalaman hidup.
Dalam pengembangan point diatas dapat dibahas satu persatu mengenai beberapa pengetahuan diantaranya:
Ø  Spiritual : Dimana pada bagiannilai spiritual ini segala sesuatu yang ada baik ilmu maupun perbuatan selalu berkaitan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Ø  Moral : Segala sesuatu ataupun nilai-nilai yang berlaku dan yang sedang dijalani saat ini.
Ø  Soaial: Menuntut setiap manusia dalam pengembangan kurikulum tidak dapat mencapai tujuan dengan sendiri melainkan dengan keterkaitan dengan orang lain. Kurikulum yang diterapkan membuat kita satu sama lain saling membutuhkan.
Ø  Pengembangan Kebudayaan : Kebudayaan merupan sesuatu yang menjadi kebiasaan, dimana kebiasaan yang dimaksud adalah kebiasaan ppositif. Dalam kurikulum pengembangan kebiasaan yang positif ini dapat terlihat dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Ø  Respontability : bagaimana mengimplementasikan apa yang sudah kita dapatkan kepada orang lain dan bertanggung jawab dengan apa yang kita dapat dan pelajari.
Ø  Pengalaman hidup : Segala sesuatu yang pernah kita dapat dahulu dalam hidup kita yaitu berupa hal yang positif, maka pengalaman itu wajib kita tularkan dan ajarkan kepada orang lain. Dengan kata lain, kita wahib dalam mengispirasi orang lain jika hal itu dalam hal yang positif.
C.            Komponen- Komponen Kurikulum
Perkembangan kurikulum  tidak dapat dipisahkan dari perkembangan komponen-komponen yang mendasari perencanaan dan pengembangan kurikulum. Komponen-komponen itu adalah:
1.    Inti keilmuan : Dalam perkembangan kurikulum  inti keilmuan yang dimaksud adalah ilmu yang mendukung atau yang terkait dengan pengembangan kurikulum. Contohnya : Dalam pengembangan kurikulum ilmu kimia didukung oleh ilmu Matematika, Bahasa Inggris dan IPA.
2.  Rumpun keilmuan : bagian dari ilmu yang akan kita kembangkan. Misalnya dalam pengembangan ilmu kimia dibagi dalam beberapa ilmu yaitu Kimia Analitik, Kimia Organik, Kimia Anorganik, Matematika, Teknologi, Sejarah, Bahasa asing Music, Fisika,
3.   Pendidikan Agama : Semua ilmu yang akan kita kembangkan sesungguhnya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dalam segala ilmu yang kita pelajari bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa.
4. Merancang perangkat Penilaian : Perangkat penilaian diperlukan untuk mengevaluasi perkembangan yang telah dibuat, apakah terlaksana semua komponen yang menjadi tujuan yang diharapkan.


Selasa, 20 Agustus 2019

Materi 1: Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum


Materi 1
KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM
A.    Pengertian Kurikulum
Pengertian kurikulum terus berkembang sesuai dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. Secara umum kurikulum merupakan serangkaian proses pembelajaran yang didesain sesuai kebutuhan yang mencakup isi dan bahan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa inggris yaitu curriculum yang berate rencana pelajaran (Echolz:1984). Di Indonesia ada beberapa ahli yang mengemukakan mengenai pengertian kurikulum. Di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (19), kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, tambahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut Nasution, kurikulum merupakan suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar dibawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya.
B.        Konsep Dasar Kurikulum
Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses penyusunan dan perancangan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) sesuai dengan kebutuhan. Kurikulum yang dirancang mencakup kegiatan yang dilakukan bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Pengembangan kuri­kulum juga bisa diartikan sebagai kegiatan penyu­sunan, pelaksanaan, penilaian, dan penyempur­naan kurikulum. Pengembangan kurikulum dapat dirancang sendiri sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai tetapi tetap mengikuti konsep acuan kurikulum yang berlaku sehingga dapat memberikan kondisi kegiatan belajar mengajar yang lebih baik.
Dalam perkembangan kurikulum di Indonesia, saat ini sudah hampir seluruh lapisan pendidikan menerapkan kurikulum 2013 yang lebih berorientasi terhadap pengembangan bakat, minat dan potensi siswa agar berkompeten, dan berkarakter. Dalam kurikulum tersebut, guru harus melaksanakan pembelajaran dan penilaian yang revelan dengan karakteristik abad 21. Strategi pembelajaran pada abad 21 lebih ditekankan pada strategi KWHLAQ, yaitu : what do i know?, what do i want know?, how do i find out?, what have i learned?, what action will i take?, what new question do i have?, dimana pada strategi pembelajaran ini peserta didik lebih dituntut untuk lebih menemukan sendiri konsep yang dipelajari dengan berbagai proses seperti mengidentifikasi , mencari tahu, memilih sumber pembelajaran yang sesuai, dan menggali apa yang ingin kita ketahui selanjutnya. 
Salah satu contoh penerapan KWHLAQ dalam pembelajaran yaitu:

  • Know : Media pembelajaran berupa LKPD dapat membantu siswa dalam memahami materi termokimia
  • Want : LKPD seperti apa yang dapat membantu siswa dalam memahami materi termokimia?
  • How : Mencari sumber belajar mengenai pengembangan LKPD baik dari buku, jurnal, internet maupun sumber lainnya yang sesuai.
  • Learned : Pada materi termokimia, LKPD yang sesuai dengan karakteristik siswa dan karakteristik materi ialah LKPD elektronik berbasis proyek karena lebih membuat siswa belajar mandiri menemukan konsep dari proyek yang dirancang dan dikerjakan sendiri. 
  • Action : Merancang dan mengembangkan LKPD elektronik berbasis proyek pada materi termokimia sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. 
  • Question : Apakah LKPD elektronik berbasis proyek yang dirncang dan dikembangkan sudah mencapai hasil yang efektif ? 
Permasalahan:
1. Apakah semua sekolah sudah dapat menerapkan  perkembangan kurikulum 2013 yang berlaku saat ini ?
2. Bagaimana upaya persiapan sekolah dalam mendesain kurikulum sesuai dengan standar pendidikan abad 21 ?