MATERI 2:
KONSEP
DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM
A. Pengertian
Pengembangan Kurikulum
Dalam kamus bahasa
Indonesia kata ”pengembangan” secara etimologi yaitu berarti proses/cara,
perbuatan mengembangkan. Secara istilah, kata pengembagan menunjukkan pada
suatu kegiatan menghasilkan suatu alat atau cara yang baru, dimana selama
kegiatan tersebut penilaian dan penyempurnaan terhadap alat atau cara tersebut
terus dilakukan. Kegiatan pengembangan kurikulum mencakup penyusunan kurikulum
itu sendiri, pelaksanaan di sekolah-sekolah yang disertai dengan penilaian yang
intensif, dan penyempurnaan-penyempurnaan yang dilakukan terhadap
komponen-komponen tertentu dari kurikulum tersebut atas dasar hasil penilaian.
B. Konsep
Dasar Pengembangan Kurikulum
Dalam konsep dasar
pengembangan kurikulum, salah satu hal penting yang harus diketahui yaitu
1. Tujuan
Nasional kurikulum
Tujuan menjadi acuan atau target
apa yang ingin kita capai dalam melakukan sesuatu. Sama halnya seperti
pendidikan, pendidikan dilaksanakan karena ada tujuan yang melatarbelakanginya.
Pada dasarnya tujuan nasional kurikulum adalah memberikan kesempatan kepada
semua orang (siswa) untuk bisa belajar dan mencapai tujuan kompetensi yang
diharapkan.
Dalam pencapaian tujuan
nasional kurikulum dibutuhkan beberapa point penting yaitu:
Ø Berbakat
: Setiap manusia yang lahir di dunia sudah diberikan bakat tersendiri oleh Yang
Maha Kuasa, tinggal bagaimana seseorang tersebut mau atau tidak dalam
mengembangkan bakat yang ada pada dirinya.
Ø Unggul
: Pada dasarnya setiap manusia memiliki kelebihan satu dengan yang lain. Keunggulan
seseorang ini bisa terlihat jika seseorang tersebut mampu dalam mengenali
dirinya, mengembangkan apa yang ada pada dirinya sehingga menjadi seseorang yang unggul dalam bidang yang mereka tekuni.
Ø Dedikasi
: Dalam menjalani suatu kehidupan dan untuk mencapai suatu tujuan, seseorang
tersebut harus rela berkorban untuk mencapai apa yang dia inginkan. Pengorbanan
yang dimaksud bisa dalam bentuk materiil maupun no material, dan perasaan.
Ø Antusias:
Yaitu bagaimana tekat dan kesungguhan seseorang dalam berbagai tantangan yang
ia hadapi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Ø Kreatif
: bagaimana seseorang mampu membuat sendiri karya yang belum pernah dibuat
orang lain. Kreatif dalam hal ini mampu memodifikasi, membuat inovasi baru
dalam pencapaian yang diharapkan.
Ø Jujur
: Konsistensi seseorang mengenai ucapan dan tindakan yang dilakukan
Ø Amanah
: Dapat dipercaya oleh orang lain dalam berbagai hal baik dalam ucapan maupun
perilaku yang dilakukan.
Ø Mandiri
: mampu mengerjakan sendiri dan tidak bergantung pada orang lain apa yang akan
dia kerjakan dalam pencapaian tujuan kurikulum.
Ø Berani
: seseorang mampu dan berani dalam pengambilan segala tindakan dan siap
menangging resiko dari apa yang akan dia kerjakan.
Ø Inspiratif
: seseorang harus mampu menjadi inspirasi bagi orang lain dan mampu
mengaplikasikan sosok inspirasi yang dia harapkan.
2. Kurikulum
memiliki tujuan yang mengenalkan Pengetahuan Spiritual, Moral, Sosial dan
Perkembangan Kebudayaan dan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk respontability dan pengalaman hidup.
Dalam pengembangan
point diatas dapat dibahas satu persatu mengenai beberapa pengetahuan
diantaranya:
Ø Spiritual
: Dimana pada bagiannilai spiritual ini segala sesuatu yang ada baik ilmu
maupun perbuatan selalu berkaitan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Ø Moral
: Segala sesuatu ataupun nilai-nilai yang berlaku dan yang sedang dijalani saat
ini.
Ø Soaial:
Menuntut setiap manusia dalam pengembangan kurikulum tidak dapat mencapai
tujuan dengan sendiri melainkan dengan keterkaitan dengan orang lain. Kurikulum
yang diterapkan membuat kita satu sama lain saling membutuhkan.
Ø Pengembangan
Kebudayaan : Kebudayaan merupan sesuatu yang menjadi kebiasaan, dimana
kebiasaan yang dimaksud adalah kebiasaan ppositif. Dalam kurikulum pengembangan
kebiasaan yang positif ini dapat terlihat dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Ø Respontability
: bagaimana mengimplementasikan apa yang sudah kita dapatkan kepada orang lain
dan bertanggung jawab dengan apa yang kita dapat dan pelajari.
Ø Pengalaman
hidup : Segala sesuatu yang pernah kita dapat dahulu dalam hidup kita yaitu
berupa hal yang positif, maka pengalaman itu wajib kita tularkan dan ajarkan
kepada orang lain. Dengan kata lain, kita wahib dalam mengispirasi orang lain
jika hal itu dalam hal yang positif.
C.
Komponen- Komponen Kurikulum
Perkembangan kurikulum tidak dapat dipisahkan dari perkembangan
komponen-komponen yang mendasari perencanaan dan pengembangan kurikulum.
Komponen-komponen itu adalah:
1. Inti
keilmuan : Dalam perkembangan kurikulum
inti keilmuan yang dimaksud adalah ilmu yang mendukung atau yang terkait
dengan pengembangan kurikulum. Contohnya : Dalam pengembangan kurikulum ilmu
kimia didukung oleh ilmu Matematika, Bahasa Inggris dan IPA.
2. Rumpun
keilmuan : bagian dari ilmu yang akan kita kembangkan. Misalnya dalam
pengembangan ilmu kimia dibagi dalam beberapa ilmu yaitu Kimia Analitik, Kimia
Organik, Kimia Anorganik, Matematika, Teknologi, Sejarah, Bahasa asing Music,
Fisika,
3. Pendidikan
Agama : Semua ilmu yang akan kita kembangkan sesungguhnya berasal dari Tuhan
Yang Maha Esa, sehingga dalam segala ilmu yang kita pelajari bersumber dari
Tuhan Yang Maha Esa.
4. Merancang
perangkat Penilaian : Perangkat penilaian diperlukan untuk mengevaluasi
perkembangan yang telah dibuat, apakah terlaksana semua komponen yang menjadi
tujuan yang diharapkan.
Bagaimana cara/langkah dalam mendesain kurikulum sesuai dengan tujuan kurikulum nasional dan komponen-komponen penyusunnya?
BalasHapusDalam penyusunan kurikulum sebenarnya ditentukan oleh pemerintah, hanya saja dalam mendesain pembelajaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Hapus1. Tentukan tujuan yang akan dicapai
2. Membuat isi
3. Menentukan metode yang akan dicapai
4. Mengevaluasi
Apakah kurikulum yg berlaku saat ini sudah mencakup komponen-komponen kurikulum seharusnya?
BalasHapusMenurut saya kurikulum yang berlaku sekarang sudah mencakup semua komponen, karena pemerintah dalam penyusunan kurikulum sudah disesuaikan dengan tujuan nasional dan komponen-komponen yang harus ada di dalam kurikulum tersebut.
HapusBagaimana kedudukan evaluasi pembelajaran dlam kurikulum 13. lalu apa yg membedakanny dg ktsp?
BalasHapusDidalam K-13 evaluasi dilakukan selama proses peembelajaran dan evaluasi pada K-13 lebih mencakup banyak aspek seperti penilaian diri, proses, hasil dan beberapa penilaian evaluasi yang lebih rinci. Sedangkan pada KTSP evaluasi masih lebih sempit maknanya dari K-13
HapusMenurut saya, evaluasi dalam pembelajaran pada kurikulum 2013 termasuk di dalam proses pembelajaran. Evalusi kognitif siswa pda K13 menggunakan soal-soal HOTS agar melatih 4C siswa.
HapusApa yg dapat anda lakukan dalam pengembangan kurikulum agar siswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran yg diberikan?
BalasHapusMendesain kurikulum sesuai dengan kebutuhan siswanya. Desain kurikulum disusun berdasarkan tujuan yang dicapai, metode dan strategi yang digunakan, proses yang akan dikerjakan dan evaluasi.
HapusMenurut anda apakah k13 sudah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional untuk era abad 21 saat ini? Atau perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut? Jika perlu, menurut anda pada bagian mana yang perlu dikembangkan?
BalasHapusKurikulum 2013 didesain pemerintah sesuai dengan tujuanpendidikan nasional. Hanya saja dalam pengaplikasian dari kurikulum itu sendiri, apabila dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku maka tujuan pendidikan akan tercapai, namun jika dikerjakan tidak sesuai dengan K13 maka tujuan pendidikan tidak akan tercapai
Hapus