Kerangka pengukuran dalam Destruksi Inovasi Pembelajaran
Desktruksi inovasi dalam pembelajaran dapat dikatakan bagaimana suatu proses pembelajaran itu diganggu atau diberikan inovasi yang berbeda sehingga proses belajar mengajar disekolah memiliki hal baru yang dapat dilakukan siswa. Kerangka pengukuran adalah model penilaian dan analisis bagaimana destruksi inovasi dalam pembelajaran dapat diketahui ketercapaiannya. Kerangka pengukuran dalam destruksi inovasi ini dibagi menjadi tiga yaitu:
a. Pola teknologi
Pola teknologi yang dimaksud adalah keterkaitan teknologi dalam membantu menganggu pembelajaran. Dengan kata lain memanfaatkan teknologi dalam proses belajar. dalam pola teknologi ada lima indikator yang dapat dicapai yaitu:
· Integrasi : mengaitkan inovasi dengan teknologi yang ada dalam proses pembelajaran atau dapat dikatakan menggunakan teknologi dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam belajar sehingga pembelajaran lebih mudah. Contohnya dalam menyelesaikan soal hitungan materi kimia yang rumit dapat digunakan bantuan teknologi berupa kalkulator, sehingga dalam mencari hasil dapat lebih cepat dan akurat.
· Pengelolaan kelas atau kepemimpinan : tidak hanya menggunakan teknologi dalam inovasi pembelajaran namun juga mendorong bagaimana teknologi digunakan dan dipahami dalam penyelesaian masalah dikelas.
· Kemahiran : keandalan teknologi pendukung berupa infrastruktur yang terkait dalam inovasi pembelajaran yang diterapkan. Dalam kemahiran ini dapat dinilai berdasarkan waktu pengenalan inovasi. Teknologi atau infrastruktur yang terkait sangat penting dalam adopsi inovasi. Contohnya penggunaan lab virtual dalam pembelajaran apabila alat dan bahan yang diperlukan tidak tersedia di laboratorium.
· Penyederhanaan konsep : bagaimana memanfatkan teknologi dalam penyelesaian konsep yang rumit menjadi lebih mudah dan sederhana. Dengan adanya teknologi kita dapat mengerti dan mengakses apapun dengan bantuan teknologi yang ada. Contohnya dalam mempelajari bentuk molekul PCl5, dapat mencari akses sumber belajar yang terkait dengan teknologi yang ada yaitu melalui youtube mencari struktur lewisnya, teori tolakan pasangan elektron, teori hibridisasi dan geometri molekulnya. Dengan bantuan teknologi ini dalam pembelajaran bentuk molekul dapat lebih mudah dan hemat waktu namun konsep materi tetap didapatkan sesuai dengan indikator ketercapaian siswa.
· Simplification atau membuat ringkasan : menyadari fungsi tertentu yang meningkatakan ketercapaian melalui penyederhaan penggunaan teknologi. Dengan kata lain yaitu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dan membuat ringkasan dari apa yang dipelajari melalui teknologi.
b. Dinamika pasar : bagaimana kebutuhan belajar yang diinginkan siswa ketika belajar secara destruksi inovasi baik dirumah maupun disekolah. Dalam dinamika pasar ini ada tiga indikator yaitu:
· Niche Market : penempatan inovasi sesuai dengan kebutuhan belajar kelompok-kelompok tertentu dengan menyediakan kurikulum-kurikulum khusus sesuai dengan kebutuhan, minat, bakat dan faktor lain yang mendukung.
· Value Network : kolaborasi atau kerjasama yang saling menguntungkan. Semua orang yang terlibat memiliki peran masing-masing dalam bekerja sama. Dengan kata lain bagaimana Inovasi kelompok-kelompok ini dapat menciptakan suatu nilai sehingga setiap orang dapat berkontribusi dalam kelompoknya sesuai dengan tugasnya masing-masing.
· Cost Reduction : bagaimana suatu inovasi pembelajaran itu dilakukan namun tidak memerlukan biaya yang besar, dengan kata lain bagaimana memperoleh fungsi-fungsi, layanan atau produk yang mendukung inovasi pembelajaran namun tidak mengeluarkan biaya (biaya murah).
c. Lingkungan eksternal : bagaimana lingkungan eksternal (lingkungan luar) mempengaruhi inovasi pembelajaran dalam destruksi inovasi. Pada lingkungan eksternal ada dua indikator yang mempengaruhi yaitu:
· Kebijakan (kemerdekaan belajar) : bagaimana dampak yang akan ditimbulkan dengan kebijakan pengembangan dan adopsi inovasi baik secara positif maupun secara negatif. Dalam adopsi inovasi yang diterapkan bahwa siswa memiliki kemerdekaan belajar yaini suatu kebebasan dalam memilih sumber belajar, cara belajar, penyelesaian masalah dari berbagai sumber yang mereka dapatkan(akses).
· Makro ekonomi : pengaruh situasi ekonomi makro dalam perkembangan dan adopsi inovasi pembelajaran. Misalnya dengan kompetensi yang kita miliki dapat membuat kita dipercaya oleh orang lain disegala tempat dan dapat berdampak baik bagi lingkungan sekitar maupun keadaan ekonomi yang ada.
Apakah ketiga aspek yang disebutkan diatas semua terangkum dalam kisi-kisi penilaian? Dan apakah menurut anda penilaian pembelajaran yang telah diberlakukan saat ini telah mencangkup ketiga aspek tersebut?
BalasHapusMenurut saya tidak semua sekolah sudah menerapkan kisi-kisi di atas. Masih banyak guru atau pendidik yang mengembangkan instrumen tanpa disruptive innovation.
Hapusterimakasih firman sudah membantu menjawab
HapusMenurut saya, pada kenyataan di lapangan ketiga aspek tersebut sudah cukup terlaksana hanya saja tiap aspek ada beberapa indikator yang belum terlaksana, hal ini dikarenakan tidak semua sekolah mampu menerapkan ketiga aspek tersebut, kemampuan guru yang kurang, fasilitas yang tidak mendukung sangat mempengaruhi ketidaktercapaian aspek tersebut.
BalasHapusLalu bagaimana cara anda mengatasi hal tersebut agar ketiga aspek tersebut dapat diterapkan pada semua sekolah terutama sekolah terpencil
HapusMenurut saya itu kembali lagi ke guru masing-masing bagaimana guru mencari alternatif agar indikator disruptiv inovasi ini tetap bisa di laksanakan di suatu sekolah
Hapusapakah indikator disruptive innovasion tersebut saling berhubungan? jika iya, bagaimana hubungannya dan penerapannya dalam pembelajaran kimia?
BalasHapusmenurut saya semua indikator dalam destruktif inovasi saling keterkaitan, hubungan antara indikator-indikator tersebut mempengaruhi bagaimana ketercapaian dari setiap aspek. jika sekolah, guru, siswa, prasarana memadai maka semua indikator tersebut dapat dicapai dalam pembelajaran secara destruktif inovasi
BalasHapusApakah ketiga aspek diatas dapat membantu dalam proses pembelajaran kimia dengan mudah dipahami peserta didik dan diterapkan dengan efektif???
BalasHapusmenurut saya ketiga aspek tersebut membantu dalam pencapaian kemampuan kognitif maupun psikomotor dalm pembelajaran kimia. untuk penerapannya disesuaikan dengan kondisi, fasilitas dan apa yang ada di dalam sekolah
Hapus3 aspek dalam pembelajaran kimia dapat memudahkan siswa dalam memahami pembelajaran diamana siswa dapat dengan mudah memperleh infrmasi yang ia inginnkan dan mengembangkan apa yang dia perleh.
Hapusterimakasih windi sudah membantu menjawab
HapusMateri ini merupakan hal baru bagi kita, saya ingin bertanya mengenai kesulitan dalam menyusun kisi-kisi ini dalam pembelajaran kimia. Terdapat dimana saja kesulitan-kesulitan dalam penyusunan instrumen peniliaan Disruptive ini dalam pembelajaran kimia?
BalasHapuskesulitan yang terjadi pada saat penyusunan adalah mengaitkan antara teori indikator dengan kegiatan nyata disekolah. kebanyakan sekarang ini banyak sekolah yang belum menerapkan pembelajaran secara destruktif sehingga guru sulit membuat kisi-kisinya.
HapusApakah seluruh indikator mewakili pendidikan abad 21 yang sedang dicanangkan?
BalasHapusmenurut saya, iya jika sekolah mampu menerapkan semua indikator penilaian secara destruktif inovasi maka sudah mewakili pendidikan abad 21
HapusMenurut saya jika sekolah mampu menerapkan keseluruhan indikator tersebut bukan hanya mampu mewakili pendidikan abad 21, tetapi pendidikan masa depan
HapusApakah disruptive inovasi ini sudah berjalan di dunia pendidikan atau baru hanya sebatas pengenalan kah?
BalasHapustanpa kita sadari pembelajaran destruktif ini sudah kita jalankan hanya saja tidak semua sekolah bisa dan mampu menerapkan. bagi sekolah yang maju, fasilitas mendukung, kemampuan dan siswa dan guru sudah sangat baik maka sudah bisa diterapkan pembelajaran ini
HapusDari berbagai aspek dan indikator diatas, apakah aspek sudah ada yang diterapkan disekolah? jelaskan dan berikan contohnya
BalasHapusuntuk beberapa aspek sudah dijalankan misalnya pada aspek teknologi bagian indikator integrasi sudah dijalankan dengan bantuan teknologi yaitu berupa kalkulator sudah digunakan oleh siswa dalam membantu menghitung soal-soal yang rumit.
HapusDari ketiga aspek disruptiv inovasi yang telah anda jabarkan, apakah setiap aspek memiliki tingkat keharusan untuk diterapkan yang berbeda-beda atau sama saja?
BalasHapussebenernya semua tergantung pada kebutuhan dan kemampuan sekolah, guru dan siswa serta fasilitas yang bisa mendukung. jika semua aspek mendukung untuk dijalankan maka semua bisa dijalankan
Hapusselain ketiga aspek penilaian disruptive inovasi yang sudah dijelaskan diatas, bagaimana pengaruh indikator kognitif yang berhubungan dengan tingkat berpikir siswa pada penyusunan penilaian disruptive inovasi?
BalasHapusmenurut saya indikator kognitif sangat berkaitan dengan penilaian destruktif inovasi karena pada indikator destruksi inovasi sebenarnya juga mencakup bagaimana tingkat kognitif siswa
Hapus