Kamis, 19 September 2019

DISRUPTIVE INNOVATION


PENGALAMAN PROSES PEMBELAJARAN ONLINE PADA
MATERI IKATAN KIMIA


Pembelajaran Online adalah proses belajar mengajar antara guru dan peserta didik dimana tidak bertemu langsung selama proses pembelajaran melainkan mereka melakukan proses belajar melalui media elektronik. Dalam pembelajaran online ini dapat mempermudah peserta didik dalam mengkonstruk sendiri pengetahuan melalui media dan bahan ajar yang diberikan guru serta dapat mencari sendiri sumber belajar yang mereka perlukan dalam memahami suatu materi. Sedangkan guru hanya bertindak sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.
Kami mencoba proses pembelajaran mnggunakan aplikasi decruptive inovasi dimana pada pembelajaran ini peserta didik dan guru dituntut untuk melakukan proses pembelajaran secara online.
Kami mencoba menggunakan aplikasi descruptive inovasi ini dalam pembelajaran ikatan kimia dengan satu peserta didik bernama Eva Putri. Dalam proses pembelajaran ikatan kimia guru menggunakan model pembelajaran STAD modifikasi dimana peserta didik dituntut untuk dapat membuat alat peraga sederhana dari bahan yang ada mengenai pemahaman mereka mengenai ikatan kimia. Selain itu peserta didik dituntut untuk membuktikan teori dan mengkonstruk sendiri ikatan kimia dan wajib membuat apa yang mereka ketahui di blog pribadinya.
Pada kegiatan pendahuluan guru memberikan link video keterkaitan contoh dengan kehidupan sehari-hari mengenai ikatan kimia. Hal ini dikarenakan ukuran video yang terlalu besar tidak dapat diupload di aplikasi ini sehingga hanya diberikan link saja. Peserta didik membuka link dan membuat catatan kecil mengenai apa yang mereka pahami dari video tersebut dan diupload catatan kecil tersebut. Hal ini dapat membantu guru dalam mengetahui apakah peserta didik yang diajar dapat mengerti atau tidak mengenai materi yang akan dipelajari.
Pada kegiatan inti, guru memberikan sumber belajar yang banyak baik berupa video,   e-book maupun link yang terkait dengan ikatan kimia dan peserta didik mendownlod sumber belajar tersebut untuk memahami ikatan kimia. Apabila peserta didik tidak memahami dapat menanyakan hal tersebut kepada guru di kolom komentar. Hal ini sangat membantu percakapan antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran online. Pada kegiatan inti guru juga memberikan arahan pada peserta didik mengenai bagaimana cara untuk membuat alat peraga sederhana. Pada kegiatan inti ini terkadang antara guru dan peserta didik mengalami jeda dikarenakan jaringan yang tidak stabil. Pada saat jaringan tidak stabil ini peserta didik dan guru juga dapat melakukan komunikasi melalui Whatshap atau telpon langsung mengenai proses pembelajaran yang berlangsung. Sehingga diskusi online yang terjadi antara peserta didik dengan guru tidak hanya melalui kolom komentar saja, melainkan melalui Whatshap ataupun bertemu secara langsung.
Pada tahap penutup guru memberikan soal esai untuk pemahaman materi peserta didik mengenai ikatan kimia. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan guru dan memberikan pertanyaan mengenai apa yang belum dipahaminya. Guru memberikan penjelasan mengenai pertanyaan peserta didik dan menanyakan kendala peserta didik dalam pembelajaran yang berlangsung.
Selanjutnya adalah tahap evaluasi, dimana pada tahap ini guru memberikan arahan mengenai tugas apa yang akan dikerjakan peserta didik. Guru memberikan  tugas dan menyuruh peserta didik agar memberikan link youtube dan blog yang telah dikerjakan mengenai ikatan kimia. Peserta didik  mengerjakan tugas esai dan memberikan link youtube dan blog yang telah mereka kerjakan. Pada tahap ini peserta didik mengalami kendala yakni keterbatasan akses dan kuota peserta didik tidak dapat mengupload video tetapi langsung mengirimkan video ke guru langsung sehingga guru yang mengupload video tersebut dan memberikan link kepada pserta didik. Untuk tugas menulis ikatan kimia pada blog, peserta didik dapat melakukannya dan memberikan link tugas blog kepada guru.
Untuk tugas siswa dapat dilihat pada link https://www.youtube.com/watch?v=Iviv0-IQm-g dan untuk blognya dapat dilihat dari link https://ikatankimiakelasx.blogspot.com/2019/09/ikatan-kimia.html . Berikut beberapa dokumentasi peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran online melalui aplikasi descruptive inovasi dan beberapa kegiatan pembuatan alat peraga oleh peserta didik:


  




 
                                                                                                               Dalam menjalankan proses pembelajaran ada beberapa keuntungan yang kami dapatkan seperti :
·      Tidak adanya keharusan bertemu antara peserta didik dengan guru
·      Peserta didik lebih tertantang dalam proses pembelajaran dimana peserta didik akan mengkonstruk sendiri pengenai materi pembelajaran dari sumber belajar yang diberikan guru maupun yang mereka cari sendiri.
·      Guru hanya bertindak sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran sehingga lebih mmebuat siswa kreatif dan kritis dalam pemahaman materi
·      Waktu belajar siswa tidak terpaku 1-2 jam saja melainkan bisa fleksibel sesuai dengan tugas dan pembelajaran yang diinginkan.
Selain beberapa keuntungan, dalam menjalankan proses pembelajaran online menggunakan descruptive inovasi ini ada beberapa kendala yang kami alami selama prtoses pembelajaran seperti:
·      Keterbatasan akses jaringan, dimana pada proses ini terkadang jaringan mengalmi masalah sehingga proses pembelajaran terjeda.
·      Belum cocok digunakan untuk ekonomi menengah kebawah dikarenakan tidak semua orang tua peserta didik memiliki wifi, sehingga apabila peserta didik tidak memiliki kuota yang cukup tidak bisa menjalankan proses pembelajaran ini.
·      Hanya dapat dilakukan melalui laptop. Hal ini juga dirasa kendala dikarenakan tidak semua siswa nantinya mempunyai laptop. Hal ini dapat diperbaiki yaitu aplikasi ini dapat diakses menggunakan handphone sehingga semua kalangan peserta didik dapat melakukan proses pembelajaran online menggunakan descruptive inovasi ini.
·      Tidak dapat menguploud sumber belajar (video) dengan ukuran yang besar

16 komentar:

  1. Bagaimana cara anda mengantisipasi kendala yg terjadi saat proses pembelajaran disruptive inovation agar proses belajar mengajar ttp berlansung ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kendala yg seperti apa? Mengingat kendala yg di hadapi bisa berbeda antar pengguna satu dengan yg lainnya

      Hapus
    2. baiklah saya akan mencvoba menjawab pertanyaan, untuk pertanyaan adakah kendala dalam pelaksanaan jawabannya ya ada kendala. Menurut pengalaman saya, beberapa kendala yang dihadapi yaitu jaringan yang tidak stabil dan tidak bisa menggunakan android melainkan harus melalui laptop.

      Hapus
    3. Untuk bagaimana menghadapi kendala yang ada, misalnya ketika terjadi masalah jaringan maka saya mendatangi rumah siswa dan juga melakukan komunikasi melalui whtatshapp dan telpon ketika kendala tersebut ada.

      Hapus
  2. Setelah melakukan pembelajaran disruptiv ini, menurut anda perbedaan yg paling mendasar dr pembelajaran disruptiv dan pembelajaran konvensional selain dari cara belajar yg online atau tatap muka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inovasi cara pembelajaran yang lebih maju dan modern yakni dari sumber belajar yang lebih banyak, tujuan pembelajaran yang lebih berkualitas dan tinggi.

      Hapus
  3. menurut anda apa kelebihan dari aplikasi disruptive ini, apakah sudah berjalan dengan baik atau belum?? dan apakah ada kendala saat menjalankan apliaksi ini??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelebihannya yakni pembelajaran online dan tidak tergantung jarak, sumber belajara yang lebih lengkap dan indikator ketercapaian lebih baik. Untuk kendala yang dihadapi jaringan yang tidak stabil, hanya bisa diakses melalui laptop dan harus harus mengatur waktu janjian dalam mengajar.

      Hapus
  4. Artikel yang menarik, menurut pendapat apa kelamahan dan kelebihan dari apkikasi tersebut dan adakah kendala saat menggunakannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk jawabannya sama dengan pertanyaan safira, dimana kelebihannya yakni pembelajaran online dan tidak tergantung jarak, sumber belajara yang lebih lengkap dan indikator ketercapaian lebih baik. Untuk kendala yang dihadapi jaringan yang tidak stabil, hanya bisa diakses melalui laptop dan harus harus mengatur waktu janjian dalam mengajar.

      Hapus
  5. Menurut anda apakah pembelajaran dengan menggunakan aplikasi disruptive innovation ini dapat membantu siswa lebih mudah memahami materi pelajaran dibandingkan dengan pembelajaran konvensional?

    Pertanyaan selanjutnya, kita tahu bahwa pada pembelajaran konvensional lebih memudahkan pendidik dan peserta didik untuk berinteraksi secara langsung. Hal ini dapat menciptakan kedekatan emosional antara peserta didik dan pendidik Sehingga proses transfer of knowledge dari materi pelajaran bisa berjalan lebih efektif. Lalu menurut anda apakah dengan pembelajaran online seperti ini tidak menghilangkan kedekatan emosional peserta didik dan pendidik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya pembelajaran dengan aplikasi ini membnatu siswa dalam pemahaman materi hal ini karena siswa dituntut bisa belajar mandiri, sumber belajar yang ckup lengkap.
      Pada pembelajaran descruptive learning ini ya membuat kkedekatan emosional antara guru dan siswa menjadi berkurang.

      Hapus
  6. Adakah saran anda untuk perbaikan sistem pembelajaran online tersebut untuk perbaikan maupun untuk mengembangkan menjadi sistem pembelajaran online menjadai lebih baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya ada beberapa perbaikan untuk mengefektifkan pembelajaran online ini yaitu dengan mengatasi berbagai kendala dan masalah yang timbul pada saat proses pembelajaran online. apabila kendala atau masalah tidak ditemukan lagi dari pembelajaran online maka pembelajaran online tersebut dapat dikatakan sudah baik dan efektif.

      Hapus
  7. menurut kakak apakah websaite ini sudah membantu dalam proses pembelajran ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya cukup membantu dalam proses pembelajaran yang terhalang jarak dan waktu. Namun ada beberapa kendala yang masih muncul, jika kendala ini dapat diatasi maka pembelajaran menjadi lebih efektif.

      Hapus