Instrumen Penilaian
Ketrampilan Pedagogi Guru Dalam
Pembelajaran Kimia
Pada proses pembelajaran disekolah
merupakan momentum yang paling penting bagi guru terkait 3 hal yakni Evaluasi,
Formulasi dan Menyusun strategi. Dalam pembelajaran disekolah perlu dilakukan
rekalibrasi. Didalam pembelajaran masa kini tidak hanya pedagogy melainkan
heutagogi, peeragogy dan cybrgogy. Disekolah proses pembelajaran menempatkan
guru sebagai sumber utama belajar, menjadi central dan siswa menjadi penyimak
dan pasif dalam proses pembelajaran.
Untuk menghadapi pembelajaran yang
klasik ini dibuat pembelajaran yang lebih menarik diterapkan 3 alternatif
yaitu:
a. Heutagogy
merupakan strategi mendidik siswa yang mendorong mereka untuk memiliki
keterampilan mengarahkan diri. Pengembangan kemampuan self-directing ini begitu penting di jaman multitasking. Tanpa kemampuan mengarahkan diri, siswa akan sangat
mudah terganggu, terpengaruh, dan teralihkan oleh berseliwerannya fitur-fitur
digital.
b. Peeragogy
merupakan strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada
belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama. Tak dapat dinafikan, gadget yang
digandrungi para siswa kian menjauhkan mereka dari lingkungan sosial. Siswa menjadi
sangat individual dan tak terbiasa belajar dengan teman sebaya. Padahal,
keterampilan abad 21 mensyaratkan kompetensi siswa untuk mampu berkolaborasi
dengan individu lainnya. Kompetensi berkolaborasi ini perlu ditanamkan melalui
stategi peeragogy.
c. Cybergogy
merupakan strategi pendidikan yang mendorong para pelajar untuk terlibat dalam lingkungan
belajar dalam jaringan. Lingkungan online, serba terkoneksi, kini telah beralih
dari bentuk fisik ke bentuk maya.
Ketiga
alternatif strategi ini dapat diintegrasikan dan dikolaborasikan menjadi suatu
strategi dan formulasi baru dalam dunia pendidikan. Sehingga, sekolah semakin
dekat dengan para siswa, dan konten belajar menjadi lebih relevan bagi
kehidupan para siswa.
Pada
pembahasan kali ini, kami akan membahas bagian Peeragogy dalam pembuatan
instrumen penilaian bagi guru dan diuji
coba pada video pembelajaran kimia mengenai ikatan kimia dengan link https://www.youtube.com/watch?v=_NPpWNh7Aug.
Kisi-Kisi
Penilaian Peeragogy Guru Pada Pembelajaran Kimia Materi Ikatan Kimia
No
|
Indikator
|
Deskripsi
|
Keterampilan
Membelajarkan Materi Ikatan Kimia
|
Skor
|
Hasil ujicoba
|
||
1
|
2
|
3
|
|||||
1
|
Jejaring komunitas
terhubung satu sama lain (wordwide population of self- motivated learners)
|
Memotivasi siswa
memanfaatkan media digital untuk belajar berkolaborasi yang terhubung satu
sama lain secara during dalam membangun pengetahuan
|
Memotivasi dengan cara memfasilitasi siswa berupa virtual reality chemistry materi ikatan kimia
|
Menggunakan 1 media berupa virtual reality berupa materi ikatan kimia
|
Menggunakan 2
|
Menggunakan 3
atau lebih
|
1
(06.40- 15.00) |
2
|
Belajar merupakan
aktivitas sosial berkelanjutan
|
Menciptakan suasana
pembelajaran aktif dan menyenangkan
|
Guru berinteraksi,
menciptakan suasana yang berbeda, memberikan perhatian yang sama kepada semua
siswa.
|
Guru memberikan
pertanyaan namun tidak memberikan perhatian yang sama kepada semua siswa.
|
Guru memberikan
pertanyaan mengenai ikatan kimia, mengatur tempat duduk siswa dan tidak
memberikan perhatian kepada seluruh siswa
|
Guru memberikan
pertanyaan materi ikatan kimia , mengatur tempat duduk siswa secara mobile teaching,
dan memberikan perhatian yang sama kepada semua siswa dan memberikan reward
kepada siswa .
|
2
(4.46-5.30 : mengajukan pertanyaan) ( 0746: mengatur tempat duduk) |
3
|
Belajar berkolaborasi
|
Saling membelajarkan
satu sama lain
|
Guru membimbing
siswa untuk memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok materi ikatan kimia
|
Guru membimbing siswa untuk memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok materi ikatan kimia, siswa dalam mencari informasi dari berbagai siswa
|
Guru membimbing siswa untuk memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok materi ikatan kimia, siswa mencari informasi, menyusun informasi untuk menjawab pertanyaan yang
diberikan.
|
Guru membimbing siswa untuk memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok materi ikatan kimia, siswa mencari informasi, menyusun informasi untuk menjawab pertanyaan yang
diberikan dan memberikan ide/gagasan mengenai pertanyaan terkait materi
ikatan kimia
|
3
(15.25-27.40) |
4
|
Kelompok belajar
mandiri ( group of self-directed learning organized online)
|
Memanfaatkan teknologi
digital untuk mengelola kelompok belajar mandiri secara daring
|
Menggunakan sistem
pembelajaran online yang ditentukan guru mengenai materi ikatan kimia
|
Guru memfasilitasi
diskusi antar kelompok melalui grup kelas di Whatshapp atau Mesenger
|
Guru memfasilitasi
diskusi antar kelompok melalui grup kelas di Whatshapp atau Mesenger, dan
memanfaatkan google classrom
|
Guru memfasilitasi
diskusi antar kelompok melalui grup kelas di Whatshapp atau Mesenger, memanfaatkan
google classrom, dan menggunakan aplikasi Edmodo
|
1
(17.50) |
Skor Total
|
7
|
||||||
Skor minimum = 4
Skor maksimum = 12
Skor hasil uji coba = 9
Kriteria =
3
Rentang nilai = (12 - 4) : 3 = 3
Nilai = (Skor yang diperoleh/ Skor Maksimum) x 100%
Nilai = ( 7/12) x 100%
= 58,33%
Jadi, nilai yang diperoleh oleh guru
tersebut adalah 75%
Kategori Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru dalam Pembelajaran Kimia
Skala Nilai
|
Skor
|
% Nilai Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru
|
Kategori Keterampilan Inovasi Peeragogy
Guru
|
3
|
10– 12
|
83,33– 100
|
Baik
|
2
|
7– 9
|
58,33 – 75
|
Cukup
|
1
|
4 – 6
|
33,33 – 50
|
Kurang
|
Jadi, berdasarkan uji coba pada video
pembelajaran materi koloid diperoleh skor total 9 dan nilai persentasi keterampilan peeragogy guru adalah 58,33%
maka dapat ditarik kesimpulan keterampilan inovasi peeragogy guru dalam pembelajaran kimia materi ikatan kimia pada
kategori Cukup Baik.
tolong jelaskan secara singkat bagaiaman peeragogy dalam pembelajaran kimia?
BalasHapusPeeragogy merupakan strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama. sebagai contoh penerapan peera gogy dalam pembelajaran kimia sudah kami jelaskan diatas mengenai materi ikatan kimia.
Hapuskebetulan saya juga peeragogy jadi saya bantu menjawab..
Hapuspertama Teori pembelajaran ini merupakan pengajaran peer-to-peer yang artinya lebih menekankan pembelajaran teman ke teman atau kolaborasi, pembelajran ini sering digunakan dalam pembelajaran kimia terutama model2 pembelajran coperatif umumnya menggunakan teori peeragogy ini.
saya sependapat dengan rahmat bahwa teori peer juga menggambarkan bagaimana teori mengenai peeragogy dijelaskan yakni belajar secara berkolaborasi. terima kasih rahmat sudah membantu menjawab
Hapusapakah terdapat ketentuan yang menjadi pertimbangan untuk merumuskan keterampilan membelajarkan bagi guru berdasarkan indikator dari peeragogy?
BalasHapusyang perlu dipertimbangkan adalah fasilitas teknologi yang ada, kemampuan guru dalam membimbuing siswa bekerja secara kelompok dan belajar dengan berbagai sumber teknologi yang canggih
HapusJika fasilitas teknologi sudah ada, apakah ada faktor lain yang dapat menghambat penerapan peeragogy ini?
HapusFaktor lain yang menghambat penerapan peeragogy yaitu kemampuan guru dalam membimbing siswa dalam belajar, membuat suasana belajar yang menyenangkan.
Hapushal yang harus dipertimbangkan yaitu, selain sarana dan prasaran, kemampuan guru dan siswa menggunakan teknologi yang masih rendah (gaptek)perlu diperhatikan, dan pemahaman guru terhadap pendektan tersebut, dan juga kondisi belajar dikelas. sebagai guru, kita harus bisa menghandle siswa yang suka ribut agar kelas menjadi kondusif dan nyaman untuk belajar.
Hapuslangkah apa yang harus menjadi pertimbangan guru dalam membimbing siswa pada tahap indikator belajar berkolaborasi
BalasHapusmemilih kelompok siswwa sesuai karakteristik siswanya, setiap kelompok dibagi sesuai dengan proporsi yang sama, memberikan perhatian yang sama kepada semua siswa
Hapusyang harus dipertimbangkan adalah membagi kelompok siswa dengan kelompok yang heterogen, sehingga siswa dapat saling membelajarkan
HapusApa kendala dan kesulitan yang anda alami saat membuat dan mengembangkan kisi-kisi instrumen diatas? Dan indikator mana yang menjadi hambatan untuk anda dalam merancang kisi-kisi tersebut
BalasHapusizin bantu menjawab,
Hapuskebetulan saya juga peeragogy..
Kendalanya biasanya dalam menyinkoronkan antara keterampilan membelajrakan dengan indikator peeragogy tersebut.. karna hal ini butuh perhatian khusus, jika kita salah mengaitkan maka salah pula instrumen yang kita buat.
terimakasih rahmat sudah membantu menjawab, saya sependapat dengan rahmat bahwa yang merupakan kendala yakni menyinkronkan antara keterampilan dengan indikator yang diharapkan
Hapusbagaimana hasil ketercapaian uji coba yang anda kerjakan mengenai aspek peeragogy ini?
BalasHapusberdasarkan aspek peeragogy yang kami ujicobakan pada video hasilnya adalah cukup baik karena pada beberapa indikator ada yang kriteria pencapaiannya tidak maksimal.
HapusKendala apa saja yg anda hadapi selama penerapan indikator diatas?
BalasHapusKendalanya biasanya dalam menyinkoronkan antara keterampilan membelajrakan dengan indikator peeragogy tersebut, karna hal ini butuh perhatian khusus, jika kita salah mengaitkan maka salah pula instrumen yang kita buat.
Hapuskendala yang dihadapi mungkin saat proses pelaksanaan yaitu, kemampuan guru dan siswa menggunakan teknologi yang masih rendah (gaptek) dan memahami pendektan tersebut, dan juga kondisi belajar dikelas. sebagai guru, kita harus bisa menghandle siswa yang suka ribut agar kelas menjadi kondusif dan nyaman untuk belajar.
HapusDalam hal uji coba ketika mengamati skill membelajarkan yang dilakukan oleh guru, apakah ada kesulitan? Dan bagimana pendapat anda mengenai hasil uji coba yang di dapat?
BalasHapustidak ada kesulitan karena yang kami ujicoba adalah video dan penilaian sudah kita rancang dan susun deskripsi yang keterampilan guru yang akan dinilai
HapusMenurut sudah berjalan dengan baik kah hasil ujicoba yg anda lakukan pada semua indikator dan adalah kendala yang terjadi baik dalam penyusunan instrumen maupun pada saat ujicoba?
BalasHapusBerdasarkan hasil ujicoba yang saya lakukan pada video pembelajaran didapatkan hasil bahwa hasi nya adalah cukup baik. Ada beberapa indikator yang tidak maksimal dalam pembelajarannya. Sehingga dalam kriterianya hanya mencapai cukup bagus.
HapusKendala yang dihadapi yaitu kita sebagai penilai harus secara aktif dan cermat dalam mengamati video yang berlangsung dan menyesuaikan indikator ketercapaian dengan yang ada dalam video pembelajaran.
Hapus