Jumat, 06 Maret 2020

Instrumen Penilaian Ketrampilan Pedagogi Guru Dalam Pembelajaran Kimia


Instrumen Penilaian Ketrampilan Pedagogi Guru Dalam
Pembelajaran Kimia

Pada proses pembelajaran disekolah merupakan momentum yang paling penting bagi guru terkait 3 hal yakni Evaluasi, Formulasi dan Menyusun strategi. Dalam pembelajaran disekolah perlu dilakukan rekalibrasi. Didalam pembelajaran masa kini tidak hanya pedagogy melainkan heutagogi, peeragogy dan cybrgogy. Disekolah proses pembelajaran menempatkan guru sebagai sumber utama belajar, menjadi central dan siswa menjadi penyimak dan pasif dalam proses pembelajaran.
Untuk menghadapi pembelajaran yang klasik ini dibuat pembelajaran yang lebih menarik diterapkan 3 alternatif yaitu:
a.    Heutagogy merupakan strategi mendidik siswa yang mendorong mereka untuk memiliki keterampilan mengarahkan diri. Pengembangan kemampuan self-directing ini begitu penting di jaman multitasking. Tanpa kemampuan mengarahkan diri, siswa akan sangat mudah terganggu, terpengaruh, dan teralihkan oleh berseliwerannya fitur-fitur digital.
b.    Peeragogy merupakan strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama. Tak dapat dinafikan, gadget yang digandrungi para siswa kian menjauhkan mereka dari lingkungan sosial. Siswa menjadi sangat individual dan tak terbiasa belajar dengan teman sebaya. Padahal, keterampilan abad 21 mensyaratkan kompetensi siswa untuk mampu berkolaborasi dengan individu lainnya. Kompetensi berkolaborasi ini perlu ditanamkan melalui stategi peeragogy.
c.    Cybergogy merupakan strategi pendidikan yang mendorong para pelajar untuk terlibat dalam lingkungan belajar dalam jaringan. Lingkungan online, serba terkoneksi, kini telah beralih dari bentuk fisik ke bentuk maya.
Ketiga alternatif strategi ini dapat diintegrasikan dan dikolaborasikan menjadi suatu strategi dan formulasi baru dalam dunia pendidikan. Sehingga, sekolah semakin dekat dengan para siswa, dan konten belajar menjadi lebih relevan bagi kehidupan para siswa.
Pada pembahasan kali ini, kami akan membahas bagian Peeragogy dalam pembuatan instrumen penilaian bagi guru  dan diuji coba pada video pembelajaran kimia mengenai ikatan kimia dengan link https://www.youtube.com/watch?v=_NPpWNh7Aug.

Kisi-Kisi Penilaian Peeragogy Guru Pada Pembelajaran Kimia Materi Ikatan Kimia
No
Indikator
Deskripsi
Keterampilan Membelajarkan Materi Ikatan Kimia
Skor
Hasil ujicoba
1
2
3
1
Jejaring komunitas terhubung satu sama lain (wordwide population of self- motivated learners)
Memotivasi siswa memanfaatkan media digital untuk belajar berkolaborasi yang terhubung satu sama lain secara during dalam membangun pengetahuan
Memotivasi dengan cara memfasilitasi siswa berupa virtual reality chemistry materi ikatan kimia
Menggunakan 1 media berupa virtual reality  berupa materi ikatan kimia
Menggunakan 2 media berupa virtual reality  berupa materi ikatan kimia
Menggunakan 3 atau lebih media berupa virtual reality  berupa materi ikatan kimia



1
(06.40- 15.00)
2
Belajar merupakan aktivitas sosial berkelanjutan
Menciptakan suasana pembelajaran aktif dan menyenangkan
Guru berinteraksi, menciptakan suasana yang berbeda, memberikan perhatian yang sama kepada semua siswa.
Guru memberikan pertanyaan namun tidak memberikan perhatian yang sama kepada semua siswa.
Guru memberikan pertanyaan mengenai ikatan kimia, mengatur tempat duduk siswa dan tidak memberikan perhatian kepada seluruh siswa
Guru memberikan pertanyaan materi ikatan kimia , mengatur tempat duduk siswa secara mobile teaching, dan memberikan perhatian yang sama kepada semua siswa dan memberikan reward kepada siswa .



2
(4.46-5.30 : mengajukan pertanyaan)
( 0746: mengatur tempat duduk)
3
Belajar berkolaborasi
Saling membelajarkan satu sama lain
Guru membimbing siswa untuk memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok materi ikatan kimia
Guru membimbing   siswa untuk memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok materi ikatan kimia, siswa dalam mencari informasi dari berbagai siswa
Guru membimbing   siswa untuk memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok materi ikatan kimia, siswa mencari informasi, menyusun informasi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.
Guru membimbing   siswa untuk memberikan kontribusi dalam diskusi kelompok materi ikatan kimia, siswa mencari informasi, menyusun informasi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan dan memberikan ide/gagasan mengenai pertanyaan terkait materi ikatan kimia





3
(15.25-27.40)
4
Kelompok belajar mandiri ( group of self-directed learning organized online)
Memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola kelompok belajar mandiri secara daring
Menggunakan sistem pembelajaran online yang ditentukan guru mengenai materi ikatan kimia
Guru memfasilitasi diskusi antar kelompok melalui grup kelas di Whatshapp atau Mesenger
Guru memfasilitasi diskusi antar kelompok melalui grup kelas di Whatshapp atau Mesenger, dan memanfaatkan google classrom
Guru memfasilitasi diskusi antar kelompok melalui grup kelas di Whatshapp atau Mesenger, memanfaatkan google classrom, dan menggunakan aplikasi Edmodo




1
(17.50)




Skor Total
7



Skor minimum = 4
Skor maksimum          = 12
Skor hasil uji coba       = 9
Kriteria                        = 3
Rentang nilai               =  (12 - 4) : 3 = 3
Nilai = (Skor yang diperoleh/ Skor Maksimum) x 100%
Nilai = ( 7/12) x 100% 
         = 58,33%
Jadi, nilai yang diperoleh oleh guru tersebut adalah 75%
Kategori Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru dalam Pembelajaran Kimia
Skala Nilai
Skor
% Nilai Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru
Kategori Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru
3
10– 12
83,33– 100
Baik
2
7– 9
58,33 – 75
Cukup
1
4 – 6
33,33 – 50
Kurang

Jadi, berdasarkan uji coba pada video pembelajaran materi koloid diperoleh skor total 9 dan nilai persentasi keterampilan peeragogy guru adalah 58,33% maka dapat ditarik kesimpulan keterampilan inovasi peeragogy guru dalam pembelajaran kimia materi ikatan kimia pada kategori Cukup Baik.



25 komentar:

  1. tolong jelaskan secara singkat bagaiaman peeragogy dalam pembelajaran kimia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peeragogy merupakan strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama. sebagai contoh penerapan peera gogy dalam pembelajaran kimia sudah kami jelaskan diatas mengenai materi ikatan kimia.

      Hapus
    2. kebetulan saya juga peeragogy jadi saya bantu menjawab..
      pertama Teori pembelajaran ini merupakan pengajaran peer-to-peer yang artinya lebih menekankan pembelajaran teman ke teman atau kolaborasi, pembelajran ini sering digunakan dalam pembelajaran kimia terutama model2 pembelajran coperatif umumnya menggunakan teori peeragogy ini.

      Hapus
    3. saya sependapat dengan rahmat bahwa teori peer juga menggambarkan bagaimana teori mengenai peeragogy dijelaskan yakni belajar secara berkolaborasi. terima kasih rahmat sudah membantu menjawab

      Hapus
  2. apakah terdapat ketentuan yang menjadi pertimbangan untuk merumuskan keterampilan membelajarkan bagi guru berdasarkan indikator dari peeragogy?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang perlu dipertimbangkan adalah fasilitas teknologi yang ada, kemampuan guru dalam membimbuing siswa bekerja secara kelompok dan belajar dengan berbagai sumber teknologi yang canggih

      Hapus
    2. Jika fasilitas teknologi sudah ada, apakah ada faktor lain yang dapat menghambat penerapan peeragogy ini?

      Hapus
    3. Faktor lain yang menghambat penerapan peeragogy yaitu kemampuan guru dalam membimbing siswa dalam belajar, membuat suasana belajar yang menyenangkan.

      Hapus
    4. hal yang harus dipertimbangkan yaitu, selain sarana dan prasaran, kemampuan guru dan siswa menggunakan teknologi yang masih rendah (gaptek)perlu diperhatikan, dan pemahaman guru terhadap pendektan tersebut, dan juga kondisi belajar dikelas. sebagai guru, kita harus bisa menghandle siswa yang suka ribut agar kelas menjadi kondusif dan nyaman untuk belajar.

      Hapus
  3. langkah apa yang harus menjadi pertimbangan guru dalam membimbing siswa pada tahap indikator belajar berkolaborasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. memilih kelompok siswwa sesuai karakteristik siswanya, setiap kelompok dibagi sesuai dengan proporsi yang sama, memberikan perhatian yang sama kepada semua siswa

      Hapus
    2. yang harus dipertimbangkan adalah membagi kelompok siswa dengan kelompok yang heterogen, sehingga siswa dapat saling membelajarkan

      Hapus
  4. Apa kendala dan kesulitan yang anda alami saat membuat dan mengembangkan kisi-kisi instrumen diatas? Dan indikator mana yang menjadi hambatan untuk anda dalam merancang kisi-kisi tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. izin bantu menjawab,
      kebetulan saya juga peeragogy..

      Kendalanya biasanya dalam menyinkoronkan antara keterampilan membelajrakan dengan indikator peeragogy tersebut.. karna hal ini butuh perhatian khusus, jika kita salah mengaitkan maka salah pula instrumen yang kita buat.

      Hapus
    2. terimakasih rahmat sudah membantu menjawab, saya sependapat dengan rahmat bahwa yang merupakan kendala yakni menyinkronkan antara keterampilan dengan indikator yang diharapkan

      Hapus
  5. bagaimana hasil ketercapaian uji coba yang anda kerjakan mengenai aspek peeragogy ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. berdasarkan aspek peeragogy yang kami ujicobakan pada video hasilnya adalah cukup baik karena pada beberapa indikator ada yang kriteria pencapaiannya tidak maksimal.

      Hapus
  6. Kendala apa saja yg anda hadapi selama penerapan indikator diatas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kendalanya biasanya dalam menyinkoronkan antara keterampilan membelajrakan dengan indikator peeragogy tersebut, karna hal ini butuh perhatian khusus, jika kita salah mengaitkan maka salah pula instrumen yang kita buat.

      Hapus
    2. kendala yang dihadapi mungkin saat proses pelaksanaan yaitu, kemampuan guru dan siswa menggunakan teknologi yang masih rendah (gaptek) dan memahami pendektan tersebut, dan juga kondisi belajar dikelas. sebagai guru, kita harus bisa menghandle siswa yang suka ribut agar kelas menjadi kondusif dan nyaman untuk belajar.

      Hapus
  7. Dalam hal uji coba ketika mengamati skill membelajarkan yang dilakukan oleh guru, apakah ada kesulitan? Dan bagimana pendapat anda mengenai hasil uji coba yang di dapat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak ada kesulitan karena yang kami ujicoba adalah video dan penilaian sudah kita rancang dan susun deskripsi yang keterampilan guru yang akan dinilai

      Hapus
  8. Menurut sudah berjalan dengan baik kah hasil ujicoba yg anda lakukan pada semua indikator dan adalah kendala yang terjadi baik dalam penyusunan instrumen maupun pada saat ujicoba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdasarkan hasil ujicoba yang saya lakukan pada video pembelajaran didapatkan hasil bahwa hasi nya adalah cukup baik. Ada beberapa indikator yang tidak maksimal dalam pembelajarannya. Sehingga dalam kriterianya hanya mencapai cukup bagus.

      Hapus
    2. Kendala yang dihadapi yaitu kita sebagai penilai harus secara aktif dan cermat dalam mengamati video yang berlangsung dan menyesuaikan indikator ketercapaian dengan yang ada dalam video pembelajaran.

      Hapus